Video live SIKSA KUBUR membawakan lagunya yang berjudul "Parade Luka" saat acara #SK7Tour di Edisan Music Depok, pada tanggal selasa, 27 mei 2014 kemarin. acara ini juga dimeriahkan oleh Stride, Dying Distortion, Hell Skuad, Disfare, 2.9.2, dan Barehand
Selasa, 17 Juni 2014
SIKSA KUBUR- Parade Luka
Posted on 04.15 by Unknown
Video live SIKSA KUBUR membawakan lagunya yang berjudul "Parade Luka" saat acara #SK7Tour di Edisan Music Depok, pada tanggal selasa, 27 mei 2014 kemarin. acara ini juga dimeriahkan oleh Stride, Dying Distortion, Hell Skuad, Disfare, 2.9.2, dan Barehand
STRIDE - They Think They are Great
Posted on 03.52 by Unknown
Ini Gig Kita
Posted on 02.43 by Unknown
Kata gig sepertinya sudah ngga asing lagi didunia anak muda jaman sekarang. Tempat-tempat gig biasanya ramai dikunjungi anak-anak muda pada akhir pekan. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak SMA yang menyukai genre-genre tertentu seperti Hardcore, Metal, Punk beserta sub-genrenya. Mereka datang ke gig biasanya mempunyai tujuan masing-masing dari mulai manggung, melepas penat, menikmati musik kesukaan mereka, sekedar nongkrong dan bertemu dengan teman, hingga yang paling baru adalah mencari cabe-cabean (Yaelah...) .
Alunan
musik keras dan cenderung cepat bergemuruh dalam ruangan sempit dengan keringat
yang bercucuran menjadi hal biasa kita temui di venue-venue gig. Band-band yang
manggung untuk unjuk gigi berasal dari berbagai macam genre tergantung dari
acara yang dibuat oleh EO yang membuat acara tersebut, dari mulai acara
campuran berbagai genre sampai acara yang hanya mengusung satu genre tertentu.
Untuk band yang mau manggung biasanya dikenakan tarif registrasi biasanya
berkisar antara 150-200rb. Untuk jam manggung mereka biasanya akan dikocok melalui
technical meeting. Kalo dulu ada yang namanya “beli jam”. Band tersebut
membayar lebih agar bisa manggung malem (Kalo malem biasanya rame, biar ada
yang nonton gitu). Biasanya setiap band regist akan diberi waktu tampil selama
15 menit sudah termasuk check sound biasanya sih cukup buat dua lagu sama intro.
Nama band juga bakal dimasukin ke dalam pamflet. Untuk publikasi itu sendiri
biasanya menggunakan media cetak seperti pamflet yang disebarkan diberbagai
tempat/tongkrongan yang menyukai musik-musik tersebut. Jaman sekarang ada media
sosial seperti Twitter dan Facebook yang bisa membantu para EO untuk mempromosikan
acara yang mereka buat, internet dan media sosial juga membantu pergerakan
musik-musik underground agar bisa dikenal banyak orang dengan cepat.
Nah, kalo di Depok itu ada banyak tempat seperti Balai Rakyat, Samina, Edisan Pasar Segar, Cafe 33, Ramanda, Magical Cafe, dsb. Sebagian tempat yang tadi disebutin udah gaada. Kalo sekarang itu yang lagi rame di Edisan Pasar Segar, hampir tiap minggu ada acara dari Jumat sampe Minggu. Untuk lama atau nggaknya tempat gig tersebut bertahan tergantung dari anak-anak gig itu sendiri. Banyak juga tempat yang sekarang udah gaada karena bangkrut atau ditutup karena alasan tertentu atau jarang ada yang make tempat itu karena ngurus izinya susah. Ada juga tempat gig yang ditutup karenya sering terjadi
Langganan:
Komentar (Atom)



